LTMPT SBMPTN 2020

SBMPTN adalah singkatan kata dari Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Perlu
diketahui tujuan diadakannya program ini adalah untuk menyeleksi calon mahasiswa baru
yang diprediksi dapat menuntaskan studi di perguruan tinggi negeri dengan baik dan juga
tepat waktu, serta memberikan kesempatan untuk bisa memilih PTN lebih dari satu di lintas
wilayah. SBMPTN dikala tahun 2018 adalah suatu program seleksi yang diadakan oleh pihak
PTN di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) dan
Kementerian Agama bersama – sama di bawah koordinasi Panitia Pusat yang akan diseleksi
berdasarkan dari hasil UTBC (Ujian Tulis Berbasis Cetak) atau UTBK (Ujian Tulis Berbasis
Komputer), atau kombinasi hasil ujian tulis dengan ujian keterampilan. Terdapat tahap pendaftaran SBMPTN, yakni:

  1. Yang Terpenting adalah Warga Negara Indonesia
  2. Merupakan lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat atau juga lulusan paket C di tahun 2019
    dan 2017 memiliki ijazah
  3. Merupakan lulusan SMA/SMK/MA atau sederajat atau juga lulusan paket C di tahun 2018
    dan harus memiliki Surat Keterangan Lulus (SKL) yang setidaknya memuat biodata dan foto
    terbaru yang dibubuhi cap/stempel resmi.
  4. Memiliki kesehatan jasmani yang cukup sehingga nantinya tidak mengganggu kelancaran
    pada belajar mengajar di program studinya

Metode penilaian SBMPTN pada tahun 2017 dan tahun-tahun sebelumnya dilakukan dengan
menggunakan skor total dari jawaban peserta tes terhadap soal-soal tes yang diberikan.
Peserta yang menjawab dengan benar akan mendapatkan skor 4, jawaban salah mendapatkan
skor negatif (- 1) dan tidak menjawab akan mendapatkan skor nol. Pada tahun 2018 metode
penilaian tes dilakukan dengan prosedur yang berbeda dengan menerapkan Teori Tes Modern
yang dikenal dengan Teori Respons Butir (Item Response Theory/IRT).

Metode penilaian ujian tertulis pada SBMPTN 2018 tidak hanya memperhitungkan jumlah
soal yang dijawab dengan benar dan salah oleh peserta, tetapi juga memperhitungkan
karakteristik setiap soal khususnya tingkat kesulitan relatif dan sensitifitasnya dalam
membedakan kemampuan peserta. Adapun metode penilaian oleh Panitia Pusat dilakukan
melalui 3 tahap, yakni:

Tahap I, seluruh jawaban peserta SBMPTN 2018 akan diproses dengan memberi skor 1 (satu)
pada setiap jawaban yang benar, dan skor 0 (nol) untuk setiap jawaban yang salah atau tidak
dijawab/kosong.

Tahap II, dengan menggunakan pendekatan Teori Response Butir (Item Response Theory)
maka setiap soal akan dianalisis karakteristiknya, diantaranya adalah tingkat kesulitan
relatifnya terhadap soal yang lain, dengan mendasarkan pada pola response jawaban seluruh peserta tes tahun 2018. Dengan menggunakan model matematika, maka akan dapat diketahui
tingkat kesulitan soal-soal yang dikategorikan relatif mudah, sedang, maupun sulit.
Tahap III, karakteristik setiap soal yang diperoleh pada Tahap II digunakan untuk
menghitung Skor setiap peserta. Soal-soal yang relatif sulit akan mendapatkan bobot yang
lebih tinggi dibanding soal-soal yang relatif lebih mudah. Tahap-tahap penghitungan skor ini
dilakukan oleh tim yang memiliki kompetensi di bidang pengujian, pengukuran dan
penilaian.

Dengan metode penilaian baru ini, maka setiap peserta yang dapat menjawab jumlah SOAL
yang SAMA dengan BENAR, akan dapat memperoleh nilai yang SAMA atau BERBEDA
tergantung pada soal mana saja yang mereka jawab dengan benar. Contoh: peserta A dapat
menjawab dengan benar 5 soal yaitu nomor 1,5,7, 11 dan 13, sedangkan peserta B juga dapat
menjawab 5 soal dengan benar yaitu nomor 1, 5, 9, 12 dan 15, kedua peserta tersebut
kemungkinan akan mendapatkan skor akhir yang berbeda karena butir soal yang dijawab
dengan benar oleh peserta A kemungkinan memiliki tingkat kesulitan yang berbeda dengan
butir soal yang dikerjakan dengan benar oleh peserta B. Metode penilaian ini sudah lama
digunakan secara meluas di negara-negara maju di Amerika dan Eropa karena dengan
menyertakan karakteristik setiap soal dalam penilaian, skor yang diperoleh akan lebih “fair”
dan dapat membedakan kemampuan peserta dengan lebih baik